• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Teori Hans Kelsen: Sahnya Konstitusi sebagai Undang-Undang Dasar

img

Edudik.tetadigital.com Mudah-mudahan selalu ada harapan di setiap hati. Dalam Opini Ini mari kita telusuri PPKn yang sedang hangat diperbincangkan. Tulisan Yang Mengangkat PPKn Teori Hans Kelsen Sahnya Konstitusi sebagai UndangUndang Dasar Simak penjelasan detailnya hingga selesai.

Teori Hans Kelsen: Sahnya Konstitusi sebagai Undang-Undang Dasar

Teori Hans Kelsen, seorang ahli hukum Austria, menjelaskan tentang sahnya konstitusi sebagai undang-undang dasar. Menurut Kelsen, konstitusi sah jika memenuhi dua syarat:

  1. Hierarki Norma: Konstitusi harus berada di puncak hierarki norma hukum, artinya tidak ada norma hukum lain yang lebih tinggi dari konstitusi.
  2. Norma Dasar: Konstitusi harus didasarkan pada norma dasar yang tidak tertulis dan diterima secara umum oleh masyarakat.

Pertanyaan:

  • Apa dua syarat sahnya konstitusi menurut teori Hans Kelsen?

Jawaban:

  • Hierarki Norma dan Norma Dasar

Demikian teori hans kelsen sahnya konstitusi sebagai undangundang dasar sudah saya bahas secara mendalam dalam ppkn Terima kasih atas perhatian dan waktu yang telah Anda berikan, tetap fokus pada impian dan jaga kesehatan jantung. Mari sebar informasi ini ke orang-orang terdekatmu. lihat konten lain di bawah ini.

© Copyright 2024 - Edudik: Blog Edukasi Didik Indonesia
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Tutup Ads